Sempat S1

"Hai Lia apa kabar? lama ngga jumpa ya". Lia menghampiriku dan menunjukan raut wajah bahagianya kepadaku. Sembari memegang tanganku dia berkata "ROSAAA!!! Udah setahunan kita engga ketemu yah".

Percakapan manis pun terjadi diantara kita. Oh iya, Lia adalah teman dekatku waktu SMA, waktu itu masih masa orientasi sekolah. Kita satu angkatan kelas satu dikumpulkan di Gor olah raga sekolah. Ya aku masuk di SMA itu sama sekali engga memiliki teman. Sehingga menyendiri lebih menyenangkan pikirku. 

Waktu di Gor itu semuanya duduk dilantai lapangan voli indoor. Ada satu gadis yang menepuk pundakku dengan pelan sambil berkata "Kamu bosen ngga sama ocehan orang itu" (aku menengoknya dan matanya tajam mengarah ke kepala sekolah, iya orang itu maksudnya adalah kepala sekolah itu). Aku sedikit tertawa dengan mimik wajahnya yang menurutku sangat kocak dan lucu saat menyindir kepala sekolah. 

Kita pada akhirnya mengobrol banyak hal tentang apa yang kita sukai, daaan bom ternyata kita sama2 saling suka musik dan band. Cukup menyenangkan ngobrol dengan dia, topik yang kita bahas kesana kemari sambil cekikikan gitu. Sampai akhirnya kita ditegur kakak kelas. Kita ditarik dan disuruh keluar lapangan. Kita dihukum di lapangan luar dengan panas teriknya matahari.

"Haha kita malah kena hukuman yah, tapi lebih mending daripada harus dengerin ocehan orang tua itu" kata dia dengan nada rendah agar tidak ketauan kakak kelas.

Selang beberapa menit ternyata banyak juga siswa yang disuruh keluar. Haha memang hal paling membosankan saat masa ospek adalah saat kepala sekolah berceramah ria.

Kita dihukum untuk membersihkan sekolahan. Lalu kita saling kenalan, bayangin ngobrol sebegitu lamanya sampai dihukum tapi belum tau nama satu sama lain. "Aku Lia, kamu siapa?" Tanya dia sambil jongkok disebelahku untuk mencabuti rumput-rumput liar di halaman sekolah. Aku pun menjawab "Aku Rosa" 

Singkat cerita kita dimasukan kedalam kelas dan di absen untuk dapat kelas. Yang disayangkan ternyata kita beda kelas.

Masa masa awal sekolah pun terus berlanjut. Setiap jam istirahat kita selalu saling menunggu di lobby kelas, kemudian kita ke kantin bersama. Kita bener bener sudah menjadi teman dekat dan akrab.

"Pulang sekolah ke rumahku yuk?" kata Lia kepadaku. Rasanya suka banget Lia ngajak aku main ke rumahnya. Soalnya si Lia itu lebih terkenal ya daripada aku. Ya mungkin karena dia aktif sedangkan aku lebih pendiam. 

Lia adalah gadis yang banyak disukai para laki-laki. Tiap di kantin entah satu angkatan atau kakak kelas selalu menghampirinya. Entah ngajakin kenalan atau emang sudah akrab dengan Lia.

Sepulang dari sekolah, aku bertemu dengan Lia di depan gerbang sekolah. Kita naik bis ke arah Rumah Lia, ya sebenernya sejalur sih dengan arah rumahku. Hari itu hari sabtu.

Rumah Lia lebih besar daripada rumahku sih. Akhirnya kita masuk, aku baru tau kalau dia tinggal dengan Ayahnya saja. Kakak Laki-lakinya sedang menempuh kuliah di luar kota. 

Aku permisi dulu kepada ayahnya yang sedang di ruang kerjanya. Dia sedang menghadap laptopnya, ada rokok ditangan kananya dan secangkir kopi yang tinggal setengah berada di sebelah laptopnya.

"Temen kamu Ia?" "Iya pah, kenalin dia Rosa" "Hai Rosa, yaudah kalian ke kamar aja sana"

Kita pun pergi ke kamar Lia. Dan kamarnya besar banget mungkin bisa deh dipakai main badminton hehe.

Dia tiba tiba ganti baju dihadapanku. Serius itu agak canggung menurut aku meskipun kita sesama jenis. Aku pun mengalihkan pandanganku ke tempat lain agar tidak melihatnya saat tidak memakai baju.

Lia mendekat ke arahku, memegang atas kepalaku dengan lembut sembari berkata "Kok wajahmu merah, kenapa? kamu ngga enak badan?". Dengan kikuk aku jawab "Engga kok, ngga papapa" "Oh Yaudah kalau gitu, itu kamu bisa kok ganti baju dulu pakai bajauku". Aku ambil baju Lia untuk ganti bajuku, kemudian aku pergi ke kamar mandi. "Kenapa ke kamar mandi?" "aku mau ganti baju" kataku. "Disini aja nggapapa yo, cuma ada aku doang kok". Hah! aku engga terbiasa dengan hal kayak gini. "Aku sekalian mau buang air" "Oalah, yaudah sana"

Akhirnya kita asikan liat Youtube band dan penyanyi kesukaan kita. Kita saling share band atau penyanyi yang mungkin diantara kita ada yang belum tau. Saking serunya sampai kita lupa waktu kalau udah jam 7 malam. Ponselku bergetar, tertulis panggilan dari mamah. Aku angkat lah panggilan tersebut. "Udah malem, kamu kemana aja!" "Ini mah aku sedang main dirumah temenku" tiba-tiba mamah minta videocall. Dan mamahku ngeliat liat rumah Lia dari ponselnya, akhirnya mamah ngobrol dengan Lia. "Kamu temennya Rosa ya? makasih ya, dia dari dulu kayak ngga pernah punya temen". Obrolan itu cukup membuatku agak malu, betapa cupunya aku dalam hal pergaulan. "Iya tante, Rosa boleh nginep ngga tante biar aku ada temennya" "Boleh-boleh yang penting besok pulang dan ngga ngrepotin Lia yah". Hah?! nginep? dasar Lia, tapi aku juga belum pernah nginep di rumah temenku sih.

Setelah telpon dimatikan mamah, tiba tiba Lia menghampiriku dan memeluk aku "Yeeey kamu tidur sama aku".



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ngomel-ngomel doang! - Anak Kopi Anti Sachetan